Showing posts with label baby. Show all posts
Showing posts with label baby. Show all posts

Sunday, 17 November 2013

Kayla's Patchwork Blanket

やっと,  カイラ ちゃん の パッチワークブランケット できた 


  
 \(^∀^)ノ 

Friday, 4 October 2013

SEWING TUTORIAL: Baby Rattle (giling-giling alias kecrekan bayi)

 

Giraffe Baby Rattle



This one I made for my friends babies.

So easy to make. So few material needed. And so little time consumed.

All you need are these:
                    

You see the plastic bottle? The one that I used was a shampoo bottle from hotel toiletries. Then I put buttons inside the bottle, so when it is shaken,  it will make some sound and this will encourage baby to shake it more.


It is just like you make any other stuffed animal toy. Cut fabric as the pattern, and sew around the edge, but don't forget to put ribbon for the horns a tail. Leave approximately 5 cm open for the way to stuff fiber fill and plastic bottle.




This is how I put the plastic bottle inside, I wrapped the bottle with fibber fill so the toy is still felt soft when being hold by babies.  Lastly, close the opening with invisible stitch.





Finally, when you've done with your toy, give it to an expert to calculate  the grade of cuteness and fun of this little thing would generate .....    

 

(^▽^)  







 


。◕‿◕。
 
Thanks and a lots of hug for Baby Biya  





Sunday, 12 May 2013

Si Upiak (a fabric doll)

 

Ini dia si Upiak, lahir (maksudnya selesai dijahit) Minggu 12 Mei 2013 jam 02.00)

Kenapa ada si Upiak? Ceritanya begini...

Setelah boneka Tholenya Abang - yang sudah cukup lama tersimpan di box mainan-mainan lama, ditemukan Ibi dan dan kemudian dicuci, Si Thole sempet jadi kesayangannya Ibi. Kemana-mana dibawa. Ke mall, ke rumah Andung, rumah sodara, bahkan jadi perlengkapan wajib untuk tidur. Jadi kalo bawa Ibi, selain bawa tas dan bantal cemara, juga harus bawa si Thole. 

Aku peratiin, Ibi yang biasanya gak suka pake sepatu, - paling maunya cuma sendal, tau-tau sekarang jadi seneng pake sepatu kemana-mana. Terus waktu beli sepatu, milihnya yang warna merah. Kalau gak suka pake baju gaun, dan maunya celana pendek sih udah dari dulu, tapi kok keliatannya makin suka ngeyel mau pake celana pendek, termasuk kalo pergi keluar rumah. Aku pikir-pikir ... apa karena mau sama-samaan sama si Thole ya..

Karena itu kupikir, kenapa gak buat boneka cewek aja.. nanti ngajarin Ibi bisa dari situ, misalnya.. supaya Ibi mau dikasi rok, maka bonekanya dikasi rok. Supaya Ibi mau diiket rambutnya atau dipasangin bando, maka rambut bonekanya diikat atau dipasangin bando dan seterusnya.

Nah waktu wacana mau buat boneka anak perempuan aku sampaikan ke Ibi, aku minta dia nyediain nama buat boneka itu nanti. Dan pilihannya jatuh kepada ‘Upiak’. Itu karena dia sudah tau kalau orang Padang, anak perempuan dipanggil Upiak. Karena juga, dia sudah tau kalau ‘Thole’ itu panggilan untuk anak laki-laki untuk orang Jawa, makanya si Upiaknya orang Padang aja. 

Pembuatan si Upiak nya sempet lama tertunda, karena Mamanya pengen buat ini dan itu, mana mesin jahitnya sempet ngadat pula. Jadi ada sekitar 1 bulan si upiak cuma potongan tangan, kaki, kepala dan badan yang baru diisi dacron, tapi belum disambung-sambung kecuali cuman dengan jarum pentul. Padahal Ibinya udah nggak sabaran banget pengen bonekanya segera diselesaikan, setiap Mama buka kotak jahitan, selalu calon boneka itu dipegang-pegang, sambil ngomong,” Mama..Ibi ati-ati megangnya” sebelumnya mamanya ribut ngomong ati-ati karena calon boneka itu masih banyak jarum pentulnya.

Anyway, sabtu kemarin, setelah mesin jahit diservis, dan ada mood untuk buat boneka, malam dari jam 7, aku selesaikan, sambil nonton....eee..tau-tau udah jam 2 pagi. 

Cara buat bonekanya gimana?

Gak pake contoh pola, gak pake panduan, cuma seinget-ingetnya aja. Soalnya bukunya gak ketemu :D   Aku inget dulu pernah buat boneka kain untuk ponakan dangan dengan pola dan panduan dari buku belajar menjahit, bonusnya beli mesin jahit dulu. Tapi seperti biasa... kalau buku lagi diperluin, justru gak ketemu. Jadi gak pake panduan deh, cuma kira-kira aja.

Ukurannya dibuat supaya jadi lebih kecil dikit dari si Thole, soalnya kan si Upiak ini bakal jadi adiknya si Thole. Polanya aku gambar, dan gunting seperti gambar dibawah ini.
   
Pola badan sama leher dijadikan satu, biar lebih praktis (gak perlu lagi menjahit pada bagian lehernya) dan juga dengan cara begini, leher boneka menjadi relatif lebih kuat.
Khusus untuk kakinya, sebelum bahan dipotong, disambung dulu bahan warna kulit (krem) dengan bahan warna sepatu (coklat), baru digunting sesuai pola, dan dijahit, sehingga nanti bonekanya langsung punya sepatu.
Setelah digunting, kainnya akan seperti ini.
 

Terus... tinggal kainnya dibalik dan diisi dacron.. 

Si Thole dan si Upiak ga pake baju... xixixixi...  (...Abang jail banget !)





Gimana dengan bajunya si Upiak?

Biasanya aku kalau buat baju boneka dimulai dari buat pola dulu. Tapi kayaknya aku masih inget cara buat baju boneka yang super praktis yang pernah aku liat di youtube.  Dan ternyata bener.. jadinya bagus juga. Untung masih punya kain flanel. Sempet bajunya jadi, tapi kurang panjang, lututnya si upiak masih keliatan (whalah ... kayak ada lututnya aja) Jadi dikasi tambahan flanel lagi, dan dikasi kerut-kerutan dikit biar manis. 

Oiya.. kalo mau liat videonya di youtube, di browse aja dengan keword ini: Fabulous Felt_ How to Make a Doll Dress _ Easy

Dan... supaya ngajarin Ibi pake bando, si Upiak langsung dibuatin bando deh..
Udah tengah malam, pengen cepet jadi, untuk matanya tempel mata mainan aja. Untuk bibirnya aja yang dibuat sulaman kecil warna pink. Alisnya...aduh udah capek banget..udahlah pake bolpen aja..

Jadi deh, adik-adik Ibi ada 2 sekarang..

---------------

intermezzo:  
Hasil karya Abang: "Kakek Thole"


Sunday, 20 January 2013

Jahit Perlengkapan Bayi (lagi) (4)

Gendongan Bayi

Browsing internet, ternyata ada banyak banget macamnya gendongan bayi.
Coba aja liat gambar yang aku kumpulin ini:




  Ada yang namanya Mei Tai, Ergo Baby Carrier, Sling Ring, Comfy joey, Moby Wrap, dan Podeagi. Mungkin, masih ada yang lain dan tentu aja Kain Panjang Gendongan Bayi ala Indonesia.

Kalo mau gampang sih tinggal beli aja kain panjang. Tapi kan si Inda ini senengnya ekslusiiiiiffff ...:) Jadi aku pengen coba buat sendiri. Pilihan pertamaku untuk dibuat sebenarnya yang namanya sling ring (gendongan yang ada cincin/gelang logamnya), kayak yang warna coklat kembang-kembang putih di atas. Tapi ternyata nyari gelangnya susah banget. Di toko-toko bahan jahit di Jakarta nggak ketemu. Nitip temen yang ke luar negeri juga nggak dapet yang sama persis.

Akhirnya ganti pilihan yang model Mei Tai (seperti yang warna hijau tua di atas). Bagus juga karena bisa untuk gendong di depan, di belakang dan di samping (di atas pinggul). Kemudian karena talinya bisa dibuat lebar di kanan dan kiri bahu, jadi beban berat bayi bisa terbagi rata. Kalau bagian yang untuk menyokong kepala bayi di kasi kain keras, bisa buat senderan kepala bayi sehingga bayinya bisa tidur. Asyik kan ?

Browsing-browsing, dapat beberapa tutorial cara membuatnya yaitu di situs-situs di bawah ini.

http://sleepingbaby.net/jan/Baby/man-tai.shtml
http://lunamothmama.wordpress.com/?s=mei+tai
http://sleepingbaby.net/jan/Baby/FrankenKozy.htm


Dari ketiga situs ini, aku pelajari cara buatnya, tapi pola persisnya aku sesuaikan dengan ukuran badanku dan ketersediaan bahan.

Bahan kainnya, katanya, sebaiknya yang cukup tebal dan kuat seperti bahan denim, coduroy, atau canvas. Masalahnya aku nggak punya. Mau jalan ke pasar, perut udah segede ini, rasanya muales banget. Terus, kupikir-pikir, kenapa nggak daur ulang aja. Aku kan punya rok seragam yang nggak dipake lagi karena sekarang kantorku pake seragam warna biru, padahal bahan roknya masih bagus. Ya udah aku buka jahitannya semua dan setrika. Ternyata rok itu sebelum dijahit, potongan seperti ini.

Terus cari-cari bahan yang matching diantara stock kain yang ada, dapat bahan katun kuning. Buat pola sendiri, jahit, jadilah dia....

Ini tampak depan dan belakang.

front
back
  

Terus gimana kalo dipake? Nah modelnya si Kakak Naura dan mbak Jannahnya. Tapi berhubung Kakak Naura udah gede, jadi kurang pas juga ya…




May 19, 2009 4:59 AM
dari multiplyku

Jahit Perlengkapan Bayi (lagi) (3)

Tas untuk perlengkapan Pompa ASI



Idenya datang dari, browsing untuk nyari pompa ASI. Browsing sana-sini, aku memutuskan pengen pompa asi yang merk Medela (type Harmony - manual). Harganya sekitar 400 ribuan lebih. Yang kayak gini lho.  
Nah karena nggak kepengen nitipin ASIku di kulkasnya pantry kantor, aku pikir aku perlu cooler bag-nya juga. Ada satu, merk Medela juga, cantik banget. Ini dia     





Cantik kan....? Tapi hargenye dong..... nggak kire-kire...!    

Aku baca di salah satu blog, katanya di ITC Ambasador sekitar 700 ribuan (itu juga harga bulan Januari 2009, gak tau deh kalo sekarang). Masak untuk cooler bag aja segitu sih? Kayaknya nggak sopan banget deh!

Beda dengan pompa ASI, kita kan memang harus beli teknologinya sehingga bisa mompa ASI dengan baik, bahan plastiknya yang aman dan awet nggak cepet rusak. Jadi jangan yang murahan. Tapi kalo untuk cooler bag, kupikir, kan bisa apa aja. Nggak mesti merk medela. Yang penting tahan dinginnya.

Alhamdulillah, kakakku dan adik-adikku, katanya mau beliin pompa untuk hadiah nanti. Dan sekalian sama cooler bag-nya, tapi nggak yang madela. Asyiiikkk....! Lumayan...!

Nah, berarti, aku sekarang cuma perlu tasnya.
Berhubung nggak tau ukuran cooler bag-nya segede apa, jadi aku cenderung bikin tas yang agak gedean, tapi kalo dilipet, bisa agak ramping. Terus... mungkin aku perlu tas-tas kecil untuk nyimpen alat pompanya, dan pernak-pernik lain. Jadi aku buat tas-tas kecil untuk itu. Ini dia jadinya...




Nah, katanya, salah satu cara untuk merangsang hormon yang mengeluarkan ASI, si ibu yang lagi mompa ASI, harus inget-inget bayinya, misalnya dengan ngeliat foto si bayi. Karena itu, tas ini juga ada tempat untuk majang foto. Eng..ing…eng…. 



 Untuk sementara, foto Abang Rafid dulu yang dipasang.

Terus….yang bikin aku puas banget menjahit tas-tas ini, adalah, buatnya bener-bener nggak modal (atau modal dikit banget deng…) Maksudnya aku nggak bela-belain beli kain untuk ini. Kainnya dapat dari sisa adikku jahit baju. Yang aku beli cuma keras ½m dan resleting 20cm. Terus pake persedian yang ada: kancing 1 biji, sedikit plastik sampul buku dan benang .


May 19, 2009 4:27 AM
dari multiplyku

Jahit Perlengkapan Bayi (lagi) (2)

Baca blog-ku yang terakhir kan? Banyak banget yang pengen aku buat. Kayaknya nggak mungkin aja jadi semua. Eh...tau-taunya jadi semua lho, malah nambah lagi. Ntar aku ceritain satu-satu deh.

Hooded Blanket (selimut bertudung)
Kayaknya setiap bayi perlu punya ini deh, buat nanti pulang dari rumah sakit, dan kalau mau ke dokter untuk imunisasi. Bahan katun motif untuk bayi yang kupunya tinggal yang gambar beruang coklat ini (sisa membuat nursing cover). Dan karena kurang dikit, aku kombinasikan dengan bahan warna coklat muda. Lumayan juga jadinya.

Dalam membuat ini, ilmu dasar quilting kepake banget deh. Maksudku, bahwa
- motongnya harus presisi (pake rolling cutter dan penggarisan quilting);
- jahit menyambungkan kainnya harus konsisten ¼ inch (untuk itu, aku pake kaki mesin jahit untuk jahitan ¼ inch.
- dan, setelah dilapis dacron lembaran, aku jahit tindas/jelujur, dengan kaki mesin jahit yang untuk quilting. Jadi hasilnya nggak berkerut.

Cara membuatnya sebenernya gampang aja, liat aja yang udah jadi di toko. 
Ideku sendiri, munculnya karena liat situs ini di internet. Membantu banget walaupun sebenernya di situ yang dia buat handuk bertudung.
Situsnya: http://sewing.about.com/od/freeprojects/ss/hoodtowel.htm
Terus supaya eksklusif, dan nggak terlalu sepi, aku tambahin tulisan dikit. Liat deh.


   
Yah.. begitu deh, insyaallah si Tayang-tayang Mama ini, nanti mau dikasi nama Kayla Ammara Margono. Ini yang ngusulin pake sulaman nama, suamiku nih. Waktu aku bilang, ”Ntar, kalo yang lahir laki-laki, gimana?” Yah...secara... hasil identifikasi dokter dari USG kan bisa aja salah. Tapi suamiku bilang, ”Kalo nanti ternyata laki-laki, biar aja, kan ada story nya”. Iya juga, ntar buat lucu-lucuan aja.

O iya, aku menyulan namanya pake hoop, jarum dan benang sulam biasa, dan jenis jahitannya backstich (bahasa Indonesianya apa ya...? Pokoknya, hasilnya kayak jahit jelujur biasa deh). Supaya tulisannya nyeni, aku cari font yang lucu di komputer, print, terus di jiplak pake kertas karbon ke kain.

Nah, kalo dipakein ke si Tole, bonekanya Abang, ini lah jadinya...


Komentar adikku pas ngeliat selimut ini,...”Kok buat bayi perempuan, warna dan motif selimutnya agak macho, Kak?” Yah... gimana lagi, bahan yang ada cuma warna itu, dan lagi masak bayi perempuan harus pinky terus. 


May 19, '09 4:08 AM
dari multiplyku

Saturday, 19 January 2013

Sabtu-Minggu yang Produktif



Dari minggu lalu aku udah nggak sabar banget nunggu Sabtu-Minggu. Soalnya koleksi pola-pola jahitan udah banyak banget,… yang seolah-olah  memanggil-manggilku…

”Nda…Inda…..buatlah aku…jahitlah aku….”

Tapi, terus apa sempet ya…? soalnya hari Sabtu, temen-temen kuliah ngajak ngumpul-ngumpul di PIM (secara kalo udah ke Mall, si Inda apa bisa cepet pulang..?”) Trus, hari Minggunya Mama ngajak belanja bulanan di Makro. Nanti, apa masih sempet jahit-jahit, pasti kan pulangnya udah capek…??


Eh.. ternyata, kalo kita udah kepengen, waktu bisa aja dicari. Dan akhirnya..inilah mereka hasil karyaku di Sabtu-Minggu yang produktif.





Semuanya ada 4 macam:

- Selimut bayi;

- Bantal bayi; yang tengahnya bolong itu lho..

- Sepatu bayi; dan

- topi bayi.


  


 Project 1: selimut bayi.




Untuk selimutnya, aku praktekan teori-teori quilting. Seperti: kalo motong kain, harus yang precisely, dan jahitnya pakai kaki yang  untuk jahitan ¼ inch, sehingga dari ujung-ke ujung, lebar jahitan bisa konsisten ¼ inch. Trus untuk buat pola quiltingnya, aku pake kaki yang untuk quilting. Ternyata jadi gampang banget.


Ini model selimutnya kan nggak pake bisban (binding), dan aku sempet kebolak ngejahit susunan kain dan dacronnya. Kan kalo kita mau buat selimut yang pinggirnya dikelilingi bisban, susunan kain dan dacronnya kan gampang aja: kain (motifnya ngadep bawah) + dacron + kain motifnya ngadep atas). Tinggal jahit sekeliling, dan sekelilingnya dipasang bisban.

Sementara yang mau aku buat adalah model yang nggak pake bisban, aku dengan gebleknya nyusun: kain (motifnya ngadep atas) + dacron + kain motifnya ngadep bawah). Trus, aku jahit keliling dengan disisain sekita 20cm untuk membalik, terus aku balik, dan woalaaaa.... hasilnya NGUAWUR POLL !


Akhirnya terpaksa lah dibuka lagi jahitannya satu-satu...:( Itu aku kerjain sampe jam 11 malem lho, habis dari pada nggak bisa tidur karena pengen cepet- cepet pagi, ya udah dibetulin aja malam itu juga.

   



Project 2: bantal (bolong) bayi





Kalo sarung bantalnya sih sama aja dengan sarung bantal biasa. Jadi, yang ini jahitnya cepet.. ”Soale, ginian doang, aye sih udah pasih, he..he...he.....”


Oiya, bantal bolongnya bikin sendiri juga lho..caranya:

Potong dua lembar kain persegi panjang sesuai ukuran bantal yang ingin dibuat (jangan lupa tambah ½ ~1cm untuk jahitan), jahit sekelilingnya, sisakan sekitar 20 cm untuk membalik (seperti mau buat bantal biasa deh). Setelah sarung itu dibalik, masukkan dacron lembaran sesuai ukuran bantal. Trus, buat gambar lingkaran ditengah-tengah bantal (aku sih kemaren, nyetak lingkarannya pake gelas), terus dijahit tindas. Naa..sekarang masukin kapas dacron ke bantal sampai empuknya pas. Karena lingkaran yang ditengah sdh dijahit tindas, jadi gak bisa keisi dacron lagi kan.. Jadi kan kayak bolong (atau berlubang) gitu. Terakhir, tutup bagian 20cm yang masih kebuka itu. Gampang kan..?  Emang.


O iya, yang bikin seneng juga..ini dapet bahannya dari toko kain kiloan. 2 meter-an, harganya nggak sampe Rp.10.000. Belinya dari sebelum hamil. Jadi sempet lama banget disimpen di box nggak tau mau dibikin apa. Jadi, kain ini bisa menjadi suatu yang berguna dan kyuut..lagi, seneng aja.




Project 3: sepatu bayi.





Polanya aku ketemu di sini:


atau, disini juga ada:



Tapi karena aku punya bahan yang bolak-balik udah bagus...maksudku, bagian atasnya kayak beludru, sedangkan bagian bawahnya bulu-bulu kayak bulu boneka, maka aku modifikasi pola yang ada itu, aku nggak pake kain pelapis maupun kain keras. Bentuknya sedikit-acak-acakan, tapi kalo nanti dipake bayi, pasti lebih lembut.

  





Project 4: topi bayi





Kalo ini, mumpung, bahan coklat yang untuk buat sepatu tadi masi sisa, ya udah, dibuat topi aja, biar ada matching-an-nya. Polanya juga hasil modifikasi. Pola aslinya aku ngambil dari sini:





  



Teruss……

Abang Rafid harus indrayen dong, alias nyobain. Karena topi dan sepatunya kecil banget, ntar kalo Abang nyobain melar or ancur …makanya yang nyobain si Tole, boneka abang, aja..


  
Inilah si Abang dengan hasil karya Mama pada SABTU-MINGGU YANG PRODUKTIF.



                        
                 
                 :         

                             :                     
        :
        :



Nah… for the next projects, udah banyak nih yang ngantri, antara lain:


- Nursing cover/apron, itu lho buat nutupin kalo lagi menyusui di tempat umum.

- Baby sling alias kain gendongan.

- Hooded blanket, selimut yang ada tutup kepalanya, buat pergi imunisasi ke dokter pas si baby masih kecil banget.

- Boopy, kalo ini, maksudnya bantal bengkok untuk bayi pas lagi menyusu. Bentuknya kayak bulan sabit, ntar disangkutin ke perut si ibu kalo lagi nyusuin ASI. Katanya, kalo pake itu, posisi pas menyusui nggak pegel.

- Baby bib, celemek makan bayi.


Sebenernya listnya masih panjang, tapi ini dulu deh...Mana si Abang juga jadi kepengen dibuatin selimut kayak selimut adeknya lagi. Wah… rasanya pengen cepet-cepet ngambil cuti biar puas menjahit.
 Feb 23, '09 12:32 PM
dari multiplyku